Nadia Prameswari, mahasiswi arsitektur yang sedang magang di Bandung, menempati sebuah asrama tua peninggalan Belanda bersama rekan-rekannya. Sejak malam pertama, ia diganggu suara langkah dan bisikan dari lorong yang ditutup papan kayu bertuliskan “Jangan Lewat Sini.” Saat meneliti denah bangunan, Nadia menemukan bahwa lorong itu tidak tercatat sama sekali. Rasa penasaran membawanya membuka jalan terlarang itu, mengungkap jejak mahasiswa bernama Damar yang hilang sepuluh tahun lalu. Setelah lorong dibuka, gangguan menjadi semakin nyata — bayangan hidup, mimpi yang berulang, dan potongan gambar masa lalu yang memperlihatkan wajahnya sendiri. Perlahan, Nadia menyadari lorong itu bukan sekadar ruang arsitektur, melainkan pintu ke sisi tergelap kesadaran manusia — tempat waktu, rasa bersalah, dan arwah yang tak tenang bertemu.






Reviews
There are no reviews yet.