Raka Pratama kembali ke Desa Rawa Endah setelah kematian ayahnya. Desa itu tampak aneh karena selalu dipenuhi genangan air meski tak pernah hujan. Di rumah lama, Raka mulai mengalami mimpi buruk tentang tenggelam dan melihat bayangan anak kecil di air keruh. Bersama Dimas dan Sari, ia menemukan bahwa genangan tersebut berkaitan dengan peristiwa kelam lima belas tahun lalu: pembunuhan seorang anak yang dianggap membawa sial dan dibuang ke sumur tua. Arwah anak itu bangkit menuntut keadilan, menenggelamkan desa perlahan sebagai pengingat dosa yang disembunyikan. Saat satu per satu warga yang terlibat menemui ajal, Raka dipaksa menghadapi kebenaran pahit tentang keluarganya sendiri. Namun ketika air akhirnya surut, teror itu belum sepenuhnya berakhir, karena genangan kecil tetap muncul sebagai tanda bahwa ingatan dan dosa tidak pernah benar-benar hilang.






Reviews
There are no reviews yet.